Ia menjelaskan, selama ini Posyandu lebih dikenal sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, balita, dan lansia. Padahal, melalui transformasi Posyandu, layanan tersebut kini diperluas sehingga mencakup enam bidang pelayanan dasar, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, hingga ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.
Sebagai contoh, pada bidang pendidikan, Tri Tito menilai pendidikan anak usia dini (PAUD) perlu terus diperkuat karena menjadi fondasi pembentukan karakter dan kemampuan sosial anak sejak dini.
“Kalau dulu hanya [wajib belajar] sembilan tahun, sekarang menjadi 13 tahun karena ditambah pendidikan PAUD… Mereka [perlu] diberikan ruang untuk bisa bermain [dan] bersosialisasi sejak dini,” jelasnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penyediaan sanitasi yang layak sebagai bagian dari pelayanan pekerjaan umum. Menurutnya, kualitas sanitasi yang baik berpengaruh terhadap kesehatan keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.

