Korban pertama, Yonanda Muhammad Taufiq, meninggal dunia pada 17 Juni 2026 di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja. Saat mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan dengan berjalan kaki, ia mengalami penurunan kesadaran dan langsung dievakuasi ke pos kesehatan sebelum dirujuk ke RS dr. Noesmir Baturaja. Meski mendapat penanganan intensif, dokter menyatakan korban meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung.
Sehari kemudian, Anisa Muyassaroh, peserta Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan, meninggal dunia setelah mengeluhkan sesak napas dan mual sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Ia sempat dirawat di RST dr. Hardjanto Balikpapan, namun kondisinya terus memburuk. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, penyebab kematiannya adalah heat stroke.
Korban ketiga, Novia Rahmadhani Sihotang, meninggal pada 23 Juni 2026 setelah sebelumnya datang ke UKS dengan keluhan batuk berdahak, sesak napas, dan demam. Pemeriksaan lanjutan di RSAU dr. Esnawan Antariksa menunjukkan korban menderita tuberkulosis (TB) paru aktif. Meski sempat menjalani perawatan intensif di ICU, nyawanya tidak tertolong.

