Korban keempat, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, meninggal pada 26 Juni 2026 dini hari setelah mengalami sesak napas saat mengikuti pendidikan di Satdik Yon PARAKO 465. Ia sempat mendapatkan terapi oksigen, kemudian dirujuk ke RSAU dr. Esnawan Antariksa dan menjalani perawatan intensif di ICU. Hasil pemeriksaan medis menyebutkan penyebab kematian berkaitan dengan pneumonia yang disertai komplikasi medis, dengan riwayat hipertensi dan obesitas sebagai bagian dari evaluasi dokter.
Sementara itu, korban kelima, Nola Dya Sari, pada Jumat (26/6) masih mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas tanpa keluhan kesehatan. Namun sekitar pukul 18.45 WIB, ia mengeluhkan sesak napas disertai badan terasa panas. Setelah mendapat penanganan awal di satuan, korban dirujuk ke RS Singkawang, kemudian dipindahkan ke RSUD Abdul Aziz Singkawang.
Dalam proses penanganan, Nola mengalami henti jantung sehingga tim medis melakukan resusitasi jantung paru (RJP) dan kardioversi. Namun seluruh upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya dan ia dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.03 WIB. Hingga kini, hasil evaluasi medis terhadap penyebab pasti kematian Nola masih didalami.

