Untuk diketahui Sulawesi Selatan, yang merupakan salah satu pusat penyaluran KUR di kawasan timur Indonesia, memiliki basis UMKM yang kuat di sektor pertanian, perikanan, perdagangan, dan jasa, dengan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi regional.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), pada tahun 2025 total penyaluran KUR di Sulawesi Selatan mencapai Rp16,563 triliun kepada 283.989 debitur. Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan Rp8,46 triliun, diikuti perdagangan Rp5,12 triliun dan jasa Rp1,12 triliun.
Hasil monitoring dan evaluasi DJPb Sulawesi Selatan tahun 2025 menyoroti bahwa penyaluran KUR di Sulsel masih menghadapi sejumlah permasalahan. Pertama, pendampingan usaha bagi debitur KUR masih terbatas, sehingga banyak UMKM kesulitan mengelola tambahan modal secara produktif.
Kedua, risiko kredit macet cukup tinggi, terutama di sektor pertanian, akibat lemahnya manajemen keuangan dan rendahnya literasi finansial pelaku usaha. Ketiga, penyaluran KUR terkonsentrasi di kota besar seperti Makassar, sementara daerah penyangga dan pedesaan relatif tertinggal karena keterbatasan akses perbankan dan infrastruktur keuangan.
