Menurutnya, fenomena meningkatnya jumlah peserta dalam berbagai ajang trail run tidak boleh hanya menjadi tren sesaat. Penyelenggara juga perlu memastikan kesiapan medis, pengamanan jalur, serta koordinasi yang baik agar setiap event berlangsung aman dan profesional.
Selain pembinaan, Bima mendorong setiap kabupaten dan kota di Jawa Tengah memiliki ajang trail run yang menjadi ciri khas daerah masing-masing. Dengan kekayaan bentang alam yang dimiliki Jawa Tengah, ia menilai potensi pengembangan event trail run sangat besar.
Ia menambahkan, penyelenggaraan event trail run tidak hanya berdampak pada sektor olahraga, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Kehadiran peserta dari berbagai daerah juga diyakini akan menghidupkan sektor penginapan, warung makan, dan berbagai usaha masyarakat setempat.

Selain itu, Bima juga mengingatkan pentingnya membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk KONI, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI), pemerintah daerah (Pemda), serta komunitas olahraga lainnya. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan untuk memperkuat ekosistem olahraga trail run sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kejuaraan nasional.

