“Kita membutuhkan manajer koperasi yang memiliki kemampuan mengelola bisnis, memahami tata kelola keuangan, pemasaran, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, pelatihan harus benar-benar relevan dengan kebutuhan pekerjaan mereka,” katanya.
Ia juga mengusulkan agar pembiayaan pelatihan manajerial calon pengelola Kopdes Merah Putih menjadi tanggung jawab Kementerian Koperasi. Sementara pelatihan serupa bagi pengelola Kampung Nelayan Merah Putih dapat didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pemerintah diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap desain pelatihan agar lebih efektif, efisien, tepat sasaran, serta mampu melahirkan pengelola koperasi yang profesional tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan. (far)

