Setelah melewati evaluasi tersebut, lahir prototipe Beta sebagai versi kedua yang berhasil memanjat pohon, meskipun masih tergolong lambat dengan bobot yang cukup berat. “Namun, prototipe kedua ini yang menjadi wujud pertama dipesan dan dipamerkan sekaligus disaksikan oleh Pak Menteri Pertanian,” jelas Syaifudin.
Gambar Proses demo uji coba alat panjat kelapa Mocits di Sentra Kelapa Lumajang
Proses demo uji coba alat panjat kelapa Mocits di Sentra Kelapa Lumajang
Berdasarkan implementasi langsung oleh para petani kelapa, tim inovator dari ITS itu diminta untuk menambahkan beberapa fitur hingga akhirnya lahir prototipe terbaru yakni versi Alpha. “Ini adalah versi optimasi terbaru yang kami lakukan setelah proses wawancara dengan para petani sebelumnya, versi terakhir ini sudah jauh lebih optimal dan telah diuji di Lumajang,” ungkap Syaifudin.
Lebih lanjut, pada versi terbaru yang telah diuji coba di Lumajang itu, Syaifudin menambahkan berbagai fitur tambahan untuk meningkatkan produktivitas dan keamanan operasional. Ia mengimplementasikan sistem pengereman ganda (double brake) yang secara bawaan, posisi rem dapat mengunci alat dengan pohon kelapa. “Untuk naik, pengguna dapat menekan rem dan menarik gas, selanjutnya untuk turun cukup melepas gas dan rem perlahan,” terangnya.

