Selain itu, lanjut alumnus Teknik Mesin ITS tersebut, terdapat juga sabuk pengaman (harness) untuk operator dan mesin yang diikat menggunakan sistem tali pengikat (lashing) yang kuat. Dengan sistem ini, meskipun rem tangan tidak dioperasikan, alat dan pengemudi akan tetap aman tertahan di atas pohon.
Alat ini juga dirancang dapat disesuaikan dengan diameter pohon kelapa yang beragam (adjustable), mulai dari yang kecil hingga besar dengan kisaran 25 hingga 40 centimeter. Ke depannya, akan digunakannya sistem rack and pinion untuk mengatur diameter pohon. “Sistem ini bekerja untuk mengatur dan menyesuaikan cengkeraman kedua lengan penyeimbang alat terhadap batang pohon, jadi pelukan alat bisa lebih presisi,” papar Syaifudin terkait rencana pengembangan lanjutnya.
Syaifudin mengungkapkan bahwa setiap segmen alat yang dirancangnya mengedepankan sisi ergonomisnya agar lebih familiar dan mudah secara perawatan oleh para kelompok masyarakat yang menggunakannya. “Oleh karena itu, penggunaan rantai dipilih untuk alat ini sebab secara mekanisme sudah familier bagi masyarakat desa dan lebih mudah dirawat,” ujarnya.

