Di Kabupaten Kepulauan Talaud, dampak guncangan dirasakan dengan intensitas lemah selama 2 hingga 3 detik, di mana seluruh jajaran BPBD di wilayah-wilayah tersebut hingga saat ini masih bersiaga dan terus melakukan monitoring intensif terhadap dampak kerusakan pasca-gempa.
Meski anomali tinggi muka air laut yang terdeteksi sejauh ini masih dalam kategori minor, BNPB mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah pesisir dengan status “Siaga” dan “Waspada”, mulai dari pesisir Sulawesi Utara, Maluku Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, hingga Kalimantan Timur, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan penuh.
“Mengingat frekuensi gempa susulan bermagnitudo besar masih terus terjadi dalam rentang waktu berdekatan, warga diminta untuk tetap berada di titik lokasi yang aman. Jauhi area pantai serta struktur bangunan retak, dan selalu patuhi instruksi serta pemutakhiran informasi resmi dari petugas BPBD setempat dan instansi terkait”. (Joesvicar Iqbal)
