Ia juga mendorong Pemerintah membuka laporan realisasi penyaluran stimulus secara berkala sehingga masyarakat dapat mengawasi penggunaan anggaran negara.
“Agar publik dapat menilai apakah anggaran Rp26,34 triliun ini benar-benar sampai ke kelompok sasaran,” ujarnya.
Menurut Cucun, selain memberikan bantuan pangan dan subsidi kedelai, Pemerintah juga menghadirkan berbagai program strategis seperti MagangHub bagi 150 ribu lulusan perguruan tinggi, pelatihan vokasi bagi lulusan SMK dan korban PHK, serta berbagai insentif fiskal bagi sektor industri.
Ia menilai program-program tersebut dapat memberikan efek berganda terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas nasional.
“Stimulus itu menjadi contoh kebijakan jaring pengaman sosial bagi masyarakat yang terkena tekanan ekonomi global, sekaligus membuka kesempatan lebih bagi penerima manfaat untuk memperoleh pekerjaan,” tuturnya.
Cucun juga menyoroti insentif PPh final royalti sebesar 1,5 persen bagi penulis sebagai bentuk keberpihakan negara terhadap ekonomi kreatif dan industri pengetahuan yang selama ini belum banyak memperoleh dukungan fiskal.

