Channel 12 juga melaporkan kelompok oposisi Israel dalam beberapa bulan terakhir aktif menjalin komunikasi dengan pihak AS dan telah meraih “kesuksesan terbatas dengan para pejabat yang kritis terhadap kebijakan Netanyahu.”
“Langkah AS ini bertujuan untuk memanfaatkan peluang politik di tengah krisis kepercayaan terhadap pemerintah Israel saat ini,” kata saluran tersebut.
Meski Donald Trump secara terbuka belum menyatakan dukungan resmi kepada figur politik tertentu di Israel, Washington memandang penting untuk membangun “mekanisme kepercayaan informal yang baru” demi mengamankan kepentingan AS di Timur Tengah di masa depan.
Sementara itu, hasil survei yang dipublikasikan harian Maariv pada Jumat lalu menunjukkan blok oposisi berpeluang membentuk pemerintahan apabila pemilu digelar saat ini.
Oposisi diperkirakan meraih 61 kursi di Knesset atau parlemen Israel, sementara blok pendukung Netanyahu hanya memperoleh 49 kursi.
Survei yang sama juga memperkirakan partai-partai Arab akan menguasai 10 kursi dalam pemilu mendatang yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober. (far)

