“Mengembangkan soft skill, mengembangkan hard skill, kemudian siapa tahu mungkin jadi jembatan untuk mereka meraih salah satu cita-cita mereka,” ungkapnya.
Maria menambahkan, dari Tri Art Fest volume pertama, pihaknya mendapatkan beberapa anak yang menemui passion mereka dalam bidang penampilan.
“Jadi ada murid kami yang akhirnya punya cita-cita jadi sutradara, punya cita-cita jadi event organizer, karena adanya kegiatan Tri Art Fest ini,” pungkasnya.
Pengawas SMA Wilayah Jakarta Selatan 1, Parjuangan Lubis, yang juga hadir dalam kegiatan tersebut menilai, kegiatan kali ini merupakan sebuah implementasi dari apa yang didapat anak-anak di dalam kelas.
Menurutnya, kegiatan Tri Art Festival ini merupakan kegiatan kebanggan SMA Triguna, kebanggaan guru-guru dan anak-anak muridnya.
“Ini termasuk ajang kreatifitas mereka, kebanggaan mereka,” tegasnya.
Lubis juga berpesan kepada generasi muda untuk memperbanyak dan fokus pada kegiatan serupa yang positif.
“Kami optimis anak-anak yang aktif dalam kegiatan positif akan sukses ke depannya, terhindar dari tawuran, terhindar dari bullying, perkelahan pelajar dan sebagainya. Dengan kegiatan yang positif seperti ini, mereka bisa lebih berkembang dengan baik, dengan positif,” tutup Lubis. (Rian)
