“Bali memiliki daya tarik global dan menjadi etalase Indonesia di mata dunia. Kami melihat ini sebagai peluang untuk menggabungkan promosi olahraga dengan eksposur internasional, sekaligus memperluas jangkauan edukasi nilai-nilai Olympism kepada masyarakat,” tambah Ismail.
Sementara itu, Olympian lompat jauh Indonesia, Maria Londa, turut berbagi inspirasi kepada para pelajar mengenai pentingnya proses dalam perjalanan menjadi atlet. Ia menekankan bahwa disiplin menjadi kunci utama dalam perjalanan tersebut.
“Bagi saya, Olimpiade adalah mimpi terbesar setiap atlet. Namun untuk mencapainya, dibutuhkan proses yang sangat panjang dan tidak mudah. Bahkan untuk bisa lolos kualifikasi saja sudah merupakan pencapaian luar biasa,” ujar Maria Londa.
“Ketika seorang atlet mampu menjaga disiplin dalam setiap tahap proses, peluang untuk berkembang akan semakin besar. Sebaliknya, jika tidak mampu bertahan dalam proses, akan sangat sulit mencapai level tertinggi,” tambahnya.
Selain sebagai sarana edukasi, OMIA 2026 juga menjadi bagian dari upaya sosialisasi berbagai agenda olahraga internasional, sekaligus membangun antusiasme publik terhadap olahraga sebagai gaya hidup.
