PBPI juga menghadirkan pelatih internasional Rimoya dan Denise Solfert untuk meningkatkan kualitas persiapan atlet nasional menuju level persaingan yang lebih tinggi.
Meski mengakui tantangan yang dihadapi tidak ringan, Galih tetap optimistis Indonesia mampu kembali menghadirkan kejutan seperti saat sukses merebut medali perunggu pada Piala Asia di Qatar tahun lalu.
“Saya tidak ingin memberi tekanan kepada para atlet. Ini adalah Asian Games pertama bagi padel. Nikmati pertandingannya, bertanding dengan percaya diri, dan tunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing di level tertinggi,” tegasnya.
Perayaan ulang tahun ke-3 PBPI pun menjadi simbol optimisme bahwa padel Indonesia tidak hanya sedang bertumbuh sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga tengah membangun fondasi industri yang diyakini mampu mengantarkan Indonesia menjadi salah satu kekuatan baru padel di kawasan Asia. (bam)

