“Kami meminta mereka berkomitmen memberikan yang terbaik untuk pengembangan Bursa Efek Indonesia ke depan, mengedepankan tata kelola dan melanjutkan reformasi integritas di pasar modal,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama BEI terpilih, Jeffrey Hendrik, menyampaikan bahwa jajaran direksi periode 2026–2030 berkomitmen melanjutkan reformasi pasar modal, meningkatkan transparansi, memperkuat integritas, serta memperdalam pasar dari sisi permintaan maupun penawaran.
Menurut Jeffrey, langkah tersebut penting untuk mewujudkan Bursa Efek Indonesia sebagai bursa kelas dunia yang mampu bersaing dengan bursa-bursa besar internasional.
Penguatan tata kelola pasar modal menjadi isu yang sangat relevan di tengah meningkatnya peran pasar modal dalam pembiayaan pembangunan nasional. Hingga pertengahan 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah melampaui 17 juta Single Investor Identification (SID), meningkat signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Di sisi lain, kebutuhan pendanaan dunia usaha dan target pertumbuhan ekonomi nasional di atas 5 persen menuntut pasar modal yang semakin kredibel, transparan, dan efisien.

