“Ada warga yang sebelumnya berada di desil 3, tiba-tiba berubah menjadi desil 5 tanpa ada perubahan kondisi ekonomi keluarga. Akibatnya mereka tidak lagi menerima bantuan, padahal masih sangat membutuhkan,” jelasnya.
Menurut Siegvrieda, perubahan data tersebut menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat karena kondisi ekonomi mereka tidak mengalami peningkatan. Ia meminta proses pendataan dilakukan secara lebih akurat dan objektif.
“Mudah-mudahan pendataan benar-benar dilakukan dengan baik. Jangan sampai ada masyarakat yang memang tidak mampu justru kehilangan haknya karena data yang tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” pungkasnya. (sofian)

