Menanggapi hal itu, Direktur Utama PHR Arifin menjelaskan bahwa perusahaan terus menjalankan sejumlah program peningkatan produksi, di antaranya melalui pengeboran sumur secara masif dan penerapan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR).
Ia menjelaskan, Lapangan Minas yang berada di WK Rokan saat ini masih memproduksi sekitar 28 ribu barel minyak per hari. Untuk mengoptimalkan produksi dari lapangan yang telah lama beroperasi, sejak Desember 2025 PHR mulai menerapkan teknologi CEOR secara komersial di Area A Minas.
Menurut Arifin, teknologi tersebut merupakan yang pertama diterapkan secara komersial di Indonesia dan mulai menunjukkan hasil positif terhadap peningkatan produksi minyak. Pengembangannya akan terus diperluas ke area lain di Lapangan Minas guna memaksimalkan potensi yang masih tersedia.
Secara keseluruhan, WK Rokan saat ini menghasilkan sekitar 150 ribu barel minyak per hari atau sekitar 25 persen dari total produksi minyak nasional. Untuk mempertahankan dan meningkatkan kontribusi tersebut, PHR telah menggelontorkan investasi sebesar Rp11,7 triliun serta menjalankan ratusan proyek pengembangan lapangan migas.

