Arifin menambahkan, sejak pengalihan pengelolaan WK Rokan pada 2021, PHR menerapkan strategi pengeboran yang agresif. Jumlah sumur yang dibor terus meningkat, dari 413 sumur pada 2022 menjadi 558 sumur pada 2025.
Selain pengeboran, sejak 2025 perusahaan juga mulai mengembangkan lapangan baru dan menerapkan teknologi tambahan pada lapangan eksisting. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga tren peningkatan produksi sekaligus memperkuat peran WK Rokan sebagai kontributor utama produksi minyak nasional dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi Indonesia. (Tim Redaksi)

