Wagub Rano juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat. Menurutnya, mitigasi perlu dilakukan bersama melalui perbaikan instalasi listrik, peningkatan kesadaran warga, dan penataan lingkungan.
“Mudah-mudahan kejadian ini menjadi yang terakhir. Masyarakat perlu terus menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan karena setiap kebakaran menimbulkan kerugian besar bagi semua pihak,” tuturnya.
Wagub Rano menambahkan, sebagian besar kebakaran di Jakarta dipicu korsleting listrik. Karena itu, warga diminta lebih berhati-hati dalam menggunakan instalasi listrik maupun peralatan elektronik di rumah.
“Kalau melihat data yang ada, sekitar 95 persen kebakaran di Jakarta disebabkan korsleting listrik. Karena itu masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik dan peralatan elektronik di rumah,” ucapnya.
Wagub Rano juga menyinggung perlunya peningkatan kualitas permukiman di kawasan padat seperti Kebon Kosong. Menurutnya, hunian vertikal dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghadirkan tempat tinggal yang lebih aman, layak, dan tertata bagi masyarakat.(Sofian)
