Namun demikian, TNI AD akan tetap melakukan pembinaan kepada prajurit terkait kehati-hatian dalam pergaulan dan penggunaan media sosial.
“TNI AD menegaskan bahwa institusi tidak akan mentolerir setiap bentuk pelanggaran disiplin maupun pelanggaran norma yang dilakukan prajurit. Namun dalam kasus ini, hasil pendalaman tidak menemukan dasar yang cukup untuk menyimpulkan adanya pelanggaran terkait LGBT ataupun perbuatan asusila. Meski demikian, pembinaan tetap akan dilakukan guna meningkatkan kehati-hatian dalam pergaulan dan penggunaan media sosial,” jelas Donny. (far)
