Sebagai langkah tindak lanjut, Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan yang dikonsumsi para korban dan mengirimkannya ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dilakukan pengujian.
“Kepastian penyebabnya belum bisa dipastikan. Kita masih menunggu hasil pengujian laboratorium,” kata Wisnu.
Sementara itu, kondisi para korban saat ini dilaporkan dalam penanganan tenaga medis dan terus dipantau oleh pihak kesehatan setempat. Hasil uji laboratorium BPOM nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa dan penjaga sekolah tersebut.
Pihak terkait juga diharapkan melakukan evaluasi terhadap proses penyediaan dan distribusi makanan guna memastikan keamanan konsumsi dalam program MBG ke depannya.(Vinolla)
