Korban kemudian menegur para remaja tersebut agar mengurangi kecepatan demi keselamatan warga sekitar. Namun, teguran itu diduga memicu adu mulut antara korban dan para pengendara motor.
“Awalnya mereka lewat dengan kecepatan lumayan. Beberapa menit kemudian lewat lagi dengan laju yang sama, lalu suami saya menegur agar pelan-pelan karena ada warga yang sedang beraktivitas,” ujar SL.
Setelah sempat berdebat, para remaja tersebut meninggalkan lokasi. Namun tak lama kemudian mereka kembali bersama sejumlah temannya.
SL menduga kelompok remaja itu sengaja mencari suaminya. Saat dirinya dan korban berjalan pulang menuju rumah, para remaja tersebut disebut telah berkumpul di sekitar lokasi.
“Mereka seperti mengincar suami saya. Kemudian mengejar dan mengarahkan motor ke arah suami saya hingga terjadi tabrakan,” katanya.
Terpisah, Kasat Lantas Polresta Kendari, AKP Kevin mengaku telah mengetahui peristiwa itu. Tetapi dari analisa awal, jika seharusnya kasus tersebut ditangani oleh Satuan Reserse Kriminal.
