Viralnya unggahan tersebut kemudian memunculkan diskusi yang lebih luas mengenai penghormatan terhadap tradisi budaya, kepatuhan terhadap aturan dalam acara adat, serta batasan ekspresi individu di ruang budaya yang memiliki tata aturan tertentu.
Sebagian warganet menilai seluruh peserta seharusnya mematuhi ketentuan yang telah ditetapkan panitia. Sementara itu, sebagian lainnya berpendapat bahwa persoalan tersebut perlu dilihat secara menyeluruh, termasuk terkait adanya klaim bahwa busana tersebut telah memperoleh izin dari pihak tertentu.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pura Mangkunegaran maupun panitia Kirab Malam 1 Suro terkait viralnya unggahan tersebut maupun mengenai klaim izin yang beredar di media sosial.
Perdebatan yang muncul menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap pelestarian budaya dan tradisi Jawa, khususnya peringatan Malam 1 Suro yang selama ini dikenal sebagai salah satu agenda budaya dan spiritual penting di Kota Solo.(Vinolla)

