Semisal, peserta dari Kalimantan nanti akan memperkenalkan asesoris terbuat dari kayu dari daerah asalnya, hingga batu giok nefrit asal Aceh dan Medan, dan lainnya.
“Fokus kami pameran, pedagang berjualan memutar roda ekonomi perbatuan permata. Diadakan oleh AKAMI, tapi komunitas membawa nama mereka pribadi masing-masing, mereka kelola dan jalani sendiri,” jelasnya.
Sebagai informasi, kegiatan pameran batu permata tersebut bertepatan dengan perayaan HUT ke-3 AKAMI tepatnya jatuh pada tanggal 13 Juli.
“Jadi sekalian momentum ini kami adakan-lah event besar itu di bulan Agustus,” tutup Chaerullah. (Joesvicar Iqbal)

