“Status kota global diukur melalui berbagai indikator internasional, mulai dari kualitas transportasi, lingkungan, tata kelola pemerintahan, daya saing ekonomi, inovasi, hingga kualitas hidup masyarakat,” ujar SGY.
Saat ini, katanya, posisi Jakarta masih berada di kisaran peringkat ke-71 dalam salah satu indeks kota global sehingga membutuhkan percepatan pembangunan di berbagai sektor. Kemudian, SGY menilai target layanan air bersih 100 persen yang tercantum dalam RPJMD DKI Jakarta 2025–2029 menjadi salah satu indikator penting menuju kota global.
Selain itu, ia berpesan ihwal pengendalian emisi, peningkatan sanitasi, pengelolaan sampah berbasis energi, serta transformasi teknologi juga menjadi aspek yang harus dipenuhi oleh Pemprov DKI Jakarta.
“Persoalan kota global bukan hanya soal gedung-gedung tinggi atau pembangunan fisik, tetapi mencakup banyak aspek yang saling berkaitan. Seluruh organisasi perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga masyarakat harus bergerak bersama,” kata SGY.

