Matsani mengatakan, Jakarta saat ini berada dalam fase transformasi strategis setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara. Perubahan tersebut, kata dia, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar Jakarta tetap menjadi kota yang kompetitif, modern, dan memiliki karakter kuat.
“Jakarta saat ini tengah berada pada fase transformasi yang sangat strategis sebagai kota yang terus berkembang menuju kota global. Jakarta tidak hanya harus unggul dalam pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga memiliki masyarakat yang inklusif, partisipatif, dan berdaya,” ujar Matsani.
Menurut dia, aktivis dan organisasi kemasyarakatan merupakan mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan aspirasi masyarakat secara konstruktif. Kehadiran kelompok masyarakat sipil juga dinilai penting untuk memperkuat partisipasi publik, menjaga nilai persatuan, serta mengawal kebijakan agar berjalan transparan dan berpihak kepada kepentingan warga.
Matsani menegaskan, cita-cita menjadikan Jakarta sebagai kota global tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, hingga para aktivis untuk membangun ekosistem kota yang maju.

