Laporan senada disampaikan Axios, yang menyebut Komandan Tertinggi Militer AS di Timur Tengah, Laksamana Bradley Cooper, telah memberi tahu Trump bahwa efektivitas operasi militer AS mulai mencapai batasnya.
Sementara itu, The New York Times dan CNN melaporkan Trump membatalkan rencana memperluas operasi militer terhadap Iran setelah Kepala Staf Pentagon Dan Caine memperingatkan bahwa stok rudal pertahanan udara semakin menipis dan tetap dibutuhkan untuk melindungi pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan.
Meski demikian, Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Mike Waltz, membantah kabar mengenai menipisnya persediaan amunisi. Dalam wawancara dengan NBC News, ia meminta publik tidak langsung mempercayai laporan tersebut.
“Pihak yang menyebarkan informasi itu seharusnya dipenjara,” ujar Waltz.
Namun, ia mengakui Presiden Trump memang membuka ruang bagi penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
“Dia memberi ruang untuk pembicaraan, dia memberi sedikit kelonggaran,” katanya, seperti dikutip Reuters.
