Sebelumnya, Trump sempat menyatakan tengah mempertimbangkan operasi militer yang lebih besar terhadap Iran. Seluruh opsi, termasuk kemungkinan keterlibatan Israel, disebut telah disiapkan meski belum ada keputusan final.
Di sisi lain, Iran juga menghentikan serangan balasannya setelah operasi udara AS dihentikan. Juru Bicara Militer Iran Mohammad Akraminia mengatakan strategi Teheran bersifat defensif dan balasan, sehingga operasi ikut dihentikan ketika serangan AS berhenti.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menambahkan komunikasi dengan Washington masih berlangsung, meski belum memasuki tahap perundingan resmi. Menurutnya, prioritas utama Iran saat ini adalah menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keamanan rakyatnya.
Iran juga menegaskan tidak akan membiarkan Selat Hormuz dimanfaatkan untuk mengancam keamanan nasionalnya. Teheran menuding AS dan Israel sebagai pihak yang memperburuk situasi keamanan di kawasan.
Sementara itu, Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Mohebi, menuduh Israel terus mendorong AS melanjutkan perang melalui informasi yang menyesatkan. Ia juga memperingatkan bahwa pangkalan udara Inggris dapat menjadi sasaran apabila terus mendukung operasi pesawat pengebom B-1 milik AS.
