IPOL.ID – Penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci dalam pengembangan teknologi analitik nuklir yang andal dan berdaya saing global. Dalam upaya mendukung hal tersebut, periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengikuti pelatihan internasional mengenai teknik X-Ray Fluorescence (XRF) yang diselenggarakan oleh International Atomic Energy Agency di Seibersdorf, Austria, pada 1–12 Juni 2026.
Pelatihan bertema Training Workshop on Good Practices in X-Ray Fluorescence: From Sample Preparation and Experiments to Results Analysis and Interpretation tersebut dilaksanakan di Nuclear Science and Instrumentation Laboratory (NSIL) IAEA. Kegiatan ini diikuti oleh teknisi dan peneliti dari berbagai negara anggota IAEA yang bergerak di bidang karakterisasi material, pengendalian mutu, serta aplikasi XRF untuk lingkungan dan industri.
Periset Badan Riset dan Inovasi Nasional dari Pusat Riset Teknologi Analisis Berkas Nuklir, Feni Fernita Nurhaini, menjadi salah satu peserta yang mewakili Indonesia dalam kegiatan tersebut. Pelatihan selama dua minggu ini bertujuan membekali peserta dengan pengetahuan teoretis dan keterampilan praktis untuk melakukan analisis berbasis XRF secara andal di laboratorium.

