Lebih lanjut, Feni berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat segera diimplementasikan di laboratorium BRIN, khususnya dalam pengembangan metode analisis sampel lingkungan.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, saya berharap dapat mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh, antara lain melalui penerapan teknik preparasi sampel berbentuk pelet untuk sampel lingkungan, pelaksanaan kalibrasi pengukuran, validasi instrumen XRF, serta optimalisasi penggunaan instrumen XRF Epsilon 5 untuk pengukuran sampel lingkungan. Saya juga berharap dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada rekan-rekan peneliti di kelompok riset maupun di pusat riset,” pungkasnya.
Partisipasi periset BRIN dalam pelatihan internasional ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan BRIN untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia, meningkatkan kapabilitas laboratorium, serta memperluas jejaring kolaborasi internasional guna mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di Indonesia. (ahmad)

