Menurut dia, pelestarian budaya juga dapat memberikan nilai ekonomi apabila didukung dengan pengembangan produk kreatif, akses promosi, dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.
Festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan, antara lain gelar wicara, peragaan busana, pertunjukan musik dan tari tradisional, bazar UMKM, serta kegiatan edukatif bagi anak-anak.
Produk yang ditampilkan meliputi wastra Nusantara, batik, kebaya, kerajinan tangan, hingga kuliner. Kehadiran bazar memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya secara langsung kepada masyarakat dan menjajaki peluang kerja sama.
Penyelenggara memproyeksikan festival itu menjangkau lebih dari 50.000 orang melalui berbagai kanal promosi, dengan jumlah kunjungan langsung sekitar 1.000 hingga 1.500 orang selama tiga hari pelaksanaan.
“BNI percaya bahwa kolaborasi merupakan kunci untuk menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Melalui dukungan terhadap kegiatan yang mengangkat seni, budaya, dan UMKM, kami ingin turut memperkuat fondasi ekonomi kreatif Indonesia,” kata Okki.
