Untuk memastikan keberlanjutan usaha sejak hulu, program ini turut melibatkan pakar pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) yang memberikan pendampingan mengenai pengendalian hama dan penyakit tanaman sehingga kualitas bahan baku tetap terjaga.
Koordinator Rumah Produksi dan Pemasaran UMKM Monalisa, Mantik Bimo Nugroho, menyampaikan bahwa pendampingan tersebut telah meningkatkan kemampuan kelompok dalam mengelola usaha, memanfaatkan teknologi digital, serta memperluas pemasaran produk olahan mocaf.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Aris Herbandang, turut mengapresiasi konsistensi BRI Life dalam mendampingi UMKM. Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing UMKM berbasis potensi lokal.
Melalui program CSR ini, BRI Life menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal. Ke depan, BRI Life akan terus mendorong lahirnya program-program yang mampu membangun kemandirian masyarakat, memperkuat UMKM, dan menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. (ahmad)

