Akibat sulit mendapatkan tiket kapal Dishub, lanjut dia, banyak warga akhirnya memilih menggunakan kapal tradisional meski harus menghadapi risiko keselamatan yang lebih besar.
Hal itu, menurutnya, tergambar dari insiden matinya mesin KM Makmur Jaya yang sempat membuat penumpang panik di tengah laut.
Neneng meminta Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta yang baru turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap sistem penjualan tiket. Ia menegaskan pemeriksaan tidak cukup hanya berdasarkan laporan bawahan, tetapi harus mendengar langsung keluhan masyarakat.
“Silakan Dinas Perhubungan sidak. Jangan hanya bertanya kepada anak buahnya, tetapi tanyakan langsung kepada masyarakat Kepulauan Seribu,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai dugaan adanya permainan atau praktik percaloan dalam sistem pemesanan tiket, Neneng tidak memberikan tuduhan secara langsung. Namun ia meminta Dishub menyelidiki kemungkinan tersebut melalui sidak menyeluruh.
“Saya kira ini harus menjadi catatan bagi Kadishub untuk melakukan pengecekan terhadap bawahannya,” bebernya.

