Selain persoalan tiket, Neneng juga menyoroti pemerataan layanan kapal Dishub. Ia menyebut masih ada sejumlah pulau yang belum mendapatkan pelayanan optimal, seperti Pulau Lancang yang disebut belum pernah disinggahi kapal Dishub, serta Pulau Sabira yang hanya dilayani setiap tiga hari sekali.
Padahal, menurutnya, dengan total 23 armada kapal yang dimiliki, pelayanan seharusnya dapat menjangkau seluruh wilayah apabila pengaturan rute dilakukan dengan baik.
“Kalau diatur dengan baik rutenya, harusnya bisa melayani seluruh Kepulauan Seribu. Yang perlu dievaluasi adalah sistem operasional dan pengaturan kapalnya,” tegasnya.
Neneng pun mendesak Dishub DKI melakukan evaluasi besar-besaran, baik terhadap sistem pelayanan tiket maupun pengelolaan operator kapal yang disebut Kadishub DKI, Budi Awaludin tersedia 23 kapal, agar masyarakat Kepulauan Seribu memperoleh akses transportasi laut yang lebih mudah, aman, dan merata.(Sofian)

