Salah satu unggahan yang menjadi sorotan memperlihatkan deretan jeriken yang disebut berisi bahan bakar minyak (BBM). Dea menjelaskan unggahan itu dibuat pada 9 Desember 2025.
Ia menegaskan tidak mencari pembenaran atas tindakannya dan mengakui seluruh unggahan tersebut merupakan bentuk kelalaian serta kurangnya kebijaksanaan dalam menggunakan media sosial.
“Saya mengaku salah dan sama sekali tidak mencari pembenaran atas tindakan yang telah saya lakukan. Unggahan-unggahan tersebut adalah murni kelalaian, ketidakdewasaan, dan kurang bijaksananya saya dalam memanfaatkan media sosial,” tulisnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Dea mengaku telah menghapus konten-konten yang dinilai tidak pantas dari seluruh akun media sosialnya. Ia juga berjanji akan lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.
“Dengan adanya kejadian ini, saya benar-benar terpukul dan sangat menyesal. Ke depannya, saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama dan akan berusaha menjadi pribadi yang lebih rendah hati, bijaksana, dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
