Heikal menilai, amanat konstitusi tersebut perlu diwujudkan melalui pengelolaan kekayaan alam yang benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.
“Bumi dan Tanah Air Indonesia sangatlah kaya raya, oleh karenanya wajib dikelola dengan baik. Hasil keuntungannya juga dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” kata Heikal di Jakarta, Minggu (26/7).
Dia juga meminta masyarakat melihat secara objektif pihak-pihak yang selama ini menikmati dan menguasai kekayaan alam Indonesia.
“Silahkan dicek dan ricek dengan benar berdasarkan fakta yang ada, siapakah pihak-pihak paling menikmati dan menguasai kekayaan alam Indonesia secara utuh ??? Jika sudah tahu jawabannya, maka seluruh rakyat Indonesia wajib bersatupadu, tegakkan keadilan, dan lawan kedzaliman,” tegas Heikal.
Selain persoalan ekonomi, Heikal menilai Harlah ke-28 PKB menjadi momentum penting untuk memperkuat rekonsiliasi politik nasional.
Menurut dia, kehadiran sejumlah tokoh nasional, menteri Kabinet Merah Putih, serta pimpinan partai politik menunjukkan pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama antar kekuatan politik.
