Heikal menyebutkan, suasana dalam acara tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan “Rekonsiliasi Indonesia Raya”.
Dia juga mengapresiasi sikap Presiden Prabowo yang dinilai membuka peluang bagi seluruh partai politik untuk berkolaborasi membangun bangsa.
“Negara kita Indonesia tercinta adalah bangsa besar, oleh karenanya wajib berjiwa besar dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada, hindari berprasangka, fitnah, hinaan dan makian, boleh mengkritik namun jangan menghina, memaki dan memfitnah,” imbuh Heikal.
“Begitu pula kami Partai Ummat sangat terbuka dan siap dengan saran dan kritik yang konstruktif, bukan sebaliknya,” tambahnya.
Heikal berharap seluruh partai politik dapat membangun hubungan harmonis dengan mengedepankan persatuan dan kritik yang konstruktif.
“Visi dan misi seluruh partai politik sangat baik dan menjanjikan, marilah kita bersama-sama saling mendo’akan dalam kebenaran dan kesabaran,” ujar Heikal.
Menurutnya, jika semua partai politik harmonis seperti di acara Harlah PKB itu, insyaAllah Indonesia jadi negara besar yang disegani dunia Internasional.
