Selain kisah-kisah dibangun melalui Photovoice, pengunjung juga dapat menikmati instalasi seni yang dibuat oleh dosen Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menggunakan cangkang kerang hijau dari Muara Angke. Material tersebut diolah menjadi karya merefleksikan kreativitas masyarakat pesisir sekaligus hubungan mereka dengan lingkungan di sekitarnya.
Pengalaman itu juga diperkaya dengan dokumentasi visual dari Climate Reality Indonesia yang memberikan konteks yang lebih luas mengenai kehidupan di wilayah pesisir.
Momen pembukaan Suara dari Muara dirayakan melalui Pesta Rakyat, menghadirkan suasana khas kampung pesisir melalui jajanan tradisional, pertunjukan seni, dan berbagai aktivitas kebersamaan yang mempertemukan warga Muara Angke dengan masyarakat Jakarta.
“Pesta Rakyat itu bukan hanya selebrasi pembukaan pameran, tapi juga perayaan dari dan untuk masyarakat pesisir Jakarta yang sudah terlalu lama suaranya tak didengar. Ketika kami mulai rancang, kami tidak tahu sama sekali seperti apa hasilnya. Tapi Ibu-Ibu Muara Angke telah menunjukkan kegigihan dan semangat luar biasa. Ini merupakan hari mereka,” ungkap Prof Elle Wibisono, Technical Director and Research Fellow at the Blue Lab (Georgetown SFS Asia Pacific).

