Ia juga menegaskan sisa makanan tersebut tidak dibuang begitu saja. Menurutnya, makanan yang tersisa dikumpulkan oleh pihak sekolah dan dibawa pulang oleh beberapa guru untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak ayam.
“Kami tegaskan, kalau disebut murid-murid kami sengaja membuang MBG, itu tidak benar,” tegasnya.
Qurniatul mengaku menyayangkan narasi yang menyertai video viral tersebut karena dinilai membangun opini negatif terhadap sekolah. Bahkan, menurutnya, video itu membuat seolah-olah MTsN 4 Bondowoso menolak Program Makan Bergizi Gratis, padahal sekolah justru sangat membutuhkan program tersebut.
Ia mengungkapkan masih ada siswa yang datang ke sekolah tanpa sempat sarapan. Bahkan, pada upacara hari Senin, terdapat siswa yang pingsan diduga karena belum makan sebelum berangkat ke sekolah.
Karena itu, pihak sekolah mengapresiasi pelaksanaan Program MBG yang dinilai membantu memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, khususnya siswa dari keluarga kurang mampu. Sekolah juga berharap program tersebut terus berlanjut.
