Dalam hal pendidikan dan peningkatan kapasitas tenaga medis, Indonesia sedang menjajaki program fellowship berfokus pada penanganan kardiologi (jantung), onkologi (kanker), neurologi dan stroke, urologi, nefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Terkait hal tersebut, Kemenkes RI akan segera mengambil langkah proaktif untuk merealisasikan pertukaran keahlian.
“Kami akan mengirimkan delegasi ke Belarus untuk mengevaluasi program-program di sana, serta mendatangkan para dokter dari Belarus ke Indonesia untuk memberikan pelatihan kepada dokter-dokter kami,” tegas Wamenkes Dante.
Selain pendidikan, penguatan sektor farmasi menjadi prioritas. Pemerintah membidik perluasan akses dan distribusi alat medis melalui potensi kolaborasi antara perusahaan farmasi Belarus, Belpharmprom, dengan industri manufaktur Indonesia.
“Besok pagi, perusahaan-perusahaan farmasi dari Indonesia akan mengadakan pertemuan dengan rekan-rekan mereka. Kementerian Kesehatan mendukung penuh pengembangan ini dan akan menjembatani koordinasi dengan perusahaan-perusahaan farmasi dari Belarus,” tambahnya.

