Menanggapi komitmen tersebut, Menteri Kesehatan Republik Belarus, Aliaksandr Khajayeu, menyambut baik langkah konkret yang diusulkan oleh Pemerintah Indonesia. Ia menyoroti bahwa standar regulasi kedua negara, khususnya pada sektor obat-obatan, sudah selaras.
“Terkait area kerja sama, ini merupakan pertemuan yang sangat baik. Standar kita, terutama untuk obat generik, tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Kami siap menyambut para spesialis secara langsung guna mempercepat proses yang ada,” ungkap Menkes Aliaksandr.
Ia juga meyakini bahwa komunikasi dan koordinasi langsung antarsistem kesehatan dari kedua negara nantinya akan sangat membantu kelancaran proses registrasi farmasi maupun perizinan medis lainnya.
Sebagai wujud nyata komitmen peningkatan kualitas layanan kesehatan di dalam negeri, delegasi Belarus juga diajak meninjau fasilitas RS PON. Kunjungan ini merupakan representasi dari pilar transformasi sistem kesehatan nasional yang tengah digenjot oleh Indonesia. RS PON terus memperluas kapasitasnya untuk menyediakan layanan saraf dan otak komprehensif, mulai dari pembedahan hingga rehabilitasi, baik bagi pasien lokal maupun internasional.

