Tidak hanya itu, Syahroni menilai sosialisasi kepada masyarakat harus terus diperkuat, khususnya kepada 15 kelompok penerima manfaat yang berhak memperoleh layanan transportasi gratis.
“Yang harus digencarkan adalah bagaimana 15 kelompok penerima manfaat itu mendapatkan kartu transportasi gratis sehingga mereka bisa langsung memanfaatkannya,” ujarnya.
Lebih lanjut, politisi berkulit putih itu mengungkapkan upaya tersebut sebenarnya telah dilakukan oleh Transjakarta melalui pembukaan stan pelayanan di berbagai kegiatan dan pusat keramaian untuk memudahkan masyarakat mengurus kartu transportasi gratis.
Selain sosialisasi, Syahroni juga menilai edukasi mengenai penggunaan transportasi umum perlu terus ditingkatkan. Dengan semakin banyak warga beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum, kemacetan di Jakarta diyakini dapat berkurang secara signifikan.
“Pemerintah harus terus mengedukasi masyarakat bahwa transportasi umum sekarang sudah terintegrasi. Bahkan dengan satu kali pembayaran, masyarakat bisa berpindah moda transportasi tanpa harus membayar lagi,” ujarnya.
