Arsad menjelaskan, seminar menghadirkan Guru Besar Ilmu Falak UIN Walisongo Semarang Ahmad Izzuddin, Direktur Pemetaan Batas Wilayah dan Nama Rupabumi Badan Informasi Geospasial Khafid, Atase Agama Kedutaan Besar Turki di Jakarta Abdulhamid Eşmeli, Ahli Jawatankuasa Fatwa Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) Firdaus bin Yahya, serta Prof. Madya Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya Mohd Saiful Anwar bin Mohd Nawawi. Kehadiran para narasumber tersebut diharapkan memperkaya wawasan peserta mengenai praktik penentuan arah kiblat di berbagai negara.
Ia menambahkan, seminar juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan ilmu falak sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan keagamaan. Sejalan dengan arahan Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kementerian Agama terus mendorong pelayanan keagamaan yang berdampak, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Seminar akan berlangsung pukul 13.00–17.00 WIB, dilengkapi dengan sesi praktik Rashdul Kiblat, yaitu fenomena ketika Matahari berada tepat di atas Ka’bah sehingga bayangan benda tegak lurus dapat dimanfaatkan sebagai penunjuk arah kiblat yang sangat akurat.
