Proses pembangunan dan perakitan jembatan di lapangan dilaksanakan secara bersinergi oleh TNI dari satuan Yonzipur 4/Tanpa Kawandya (Zipur 4/TK) dengan mengerahkan 26 personel, serta didukung penuh oleh aksi gotong royong masyarakat setempat.
“Jembatan ini sangat vital bagi masyarakat. Jika tidak segera ditangani, aktivitas ekonomi warga akan terus terganggu. Oleh karena itu, kami bekerja sama dengan TNI Angkatan Darat meminjam dan memasang Jembatan Bailey ini agar mobilitas masyarakat bisa langsung kembali normal,” ujar Suharyanto usai meresmikan jembatan.
Lebih lanjut, kepala BNPB menjelaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah pemulihan pelayanan publik secara cepat agar kehidupan masyarakat terdampak bisa segera pulih.
Terkait status jembatan ke depan, BNPB menyerahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kabupaten Temanggung, baik untuk menghibahkan Jembatan Bailey tersebut menjadi aset daerah atau nantinya dibongkar kembali saat jembatan permanen yang baru siap dibangun.
Peresmian jembatan darurat di Temanggung ini dilakukan Kepala BNPB dalam rangkaian kunjungan kerja maraton di wilayah Jawa Tengah, setelah pada hari yang sama meresmikan proyek pipanisasi air bersih pascabencana di lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang. (Joesvicar Iqbal)

