Membedah rekam jejak industri berisiko tinggi, Iriawan secara jujur merefleksikan dinamika operasional tahun sebelumnya yang memberikan pelajaran berharga bagi perusahaannya. Ia mengajak seluruh jajaran untuk tidak sekadar melihat faktor penyebab dasar (basic cause) seperti kelalaian inspeksi atau lemahnya supervisi, melainkan berani menyoroti akar masalah sistemik (systemic cause) di dalam tubuh organisasi.
Salah satu akar masalah utama yang digarisbawahinya adalah ketidakseimbangan antara tingginya beban pekerjaan dan kapasitas sumber daya manusia. Iriawan menggambarkan fenomena tersebut melalui sebuah analogi sederhana tentang manusia yang mencoba mengunyah terlalu banyak makanan sekaligus hingga akhirnya tersedak, sebuah kondisi yang sejatinya berisiko fatal bagi kelangsungan organisasi.
“Organisasi juga demikian. Kalau kita memaksakan terlalu banyak pekerjaan melampaui kapasitas organisasi, maka kita sedang menciptakan risiko yang sebenarnya bisa kita hindari. Focus creates excellence, overload creates risk,” jelasnya menekankan pentingnya proporsionalitas kerja.
