Sebagai langkah konkret, Komut menyampaikan lima arahan strategis, yang mencakup keberanian menentukan prioritas, penguatan kapasitas organisasi sebelum ekspansi operasi, kepemimpinan nyata di lapangan (visible leadership), penguatan otoritas teknik yang independen (engineering authority), serta pembentukan sistem pembelajaran terintegrasi melalui One Pertamina Learning System.
Iriawan menutup arahannya dengan pesan menyentuh bahwa keselamatan kerja bukan sekadar pemenuhan program atau regulasi, melainkan nilai esensial untuk menjaga setiap jiwa dan keluarga yang menanti di rumah. Penekanan ini mempertegas arah transformasi budaya kerja Pertamina yang meletakkan faktor manusia di atas segala indikator finansial.
Senada dengan arahan Komut, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, yang turut hadir dalam momentum tersebut memberikan apresiasi atas tren positif indikator HSSE perusahaan hingga pertengahan tahun 2026. Kendati demikian, ia memberikan peringatan keras agar capaian tersebut tidak lantas memicu rasa puas diri yang semu bagi seluruh jajaran manajemen.
