“Dalam HSSE, angka yang baik tidak boleh melahirkan rasa aman yang semu. Risiko tidak pernah beristirahat, ia hanya menunggu saat kita lengah. Budaya keselamatan tidak dibangun oleh slogan, tetapi oleh keputusan yang tetap benar, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang sedang mengawasi,” tutur Simon Aloysius Mantiri.
Simon mengimbau seluruh pimpinan di lingkungan Pertamina Group untuk menjadikan kepastian kemampuan operasional (capability assurance) sebagai bagian integral dari strategi bisnis, serta memastikan konsistensi penerapan standar keselamatan hingga ke tingkat kontraktor dan mitra kerja di lapangan.
Rangkaian pembukaan Jambore HSSE tersebut ditutup dengan peninjauan lapangan secara langsung oleh jajaran Dewan Komisaris dan Direksi. Unsur pimpinan Pertamina menyaksikan simulasi fire ground yakni penanganan kebakaran yang disajikan secara sigap oleh para perwira Pertamina yang terdidik dan profesional.
Atraksi ketangkasan dan kesiapsiagaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kesiapan teknis dan kepemimpinan yang solid di lapangan merupakan fondasi utama dalam menjaga ketahanan energi nasional yang aman, terukur, dan berkelanjutan.
