Presiden China Xi Jinping dalam pernyataan yang disiarkan Xinhua. Ia menyebut kebakaran tersebut menimbulkan “korban jiwa yang besar” dan meminta agar upaya pencarian serta penyelamatan dimaksimalkan.
“Penyebab kecelakaan harus diidentifikasi sesegera mungkin dan… mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban secara tegas,” kata Xi.
Proses pemadaman masih berlangsung. Kementerian Manajemen Darurat menuntut upaya habis-habisan untuk melokalisasi api, mencari korban selamat yang masih terjebak, serta memberikan perawatan intensif kepada korban luka.
Insiden di Jinjiang ini menambah daftar panjang kebakaran mematikan di China dalam beberapa bulan terakhir.
November lalu, pemerintah China bahkan sempat meluncurkan kampanye nasional untuk menekan risiko kebakaran di gedung-gedung tinggi, menyusul tragedi kebakaran di Hong Kong yang menewaskan 168 orang.
Namun sebulan setelah kampanye itu digulirkan, kebakaran lain kembali terjadi di sebuah apartemen di Provinsi Guangdong dan merenggut 12 nyawa. (far)

