IPOL.ID – Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menegaskan peran penting keluarga bagi ketahanan bangsa, termasuk dalam mencegah penyebaran budaya Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ). Pesan ini disampaikan Wamenag saat memberi sambutan pada nikah massal 50 pasangan pengantin di Masjid Agung Baitul Faizin, Bogor.
Wamenag mengatakan bahwa saat ini Kementerian Agama tangah melakukan insersi kurikulum melalui penyusunan materi edukasi mengenai pencegahan penyebaran budaya LGBTQ. Langkah ini juga sekaligus menjadi upaya penguatan ketahanan keluarga dan karakter bangsa.
Menurut Wamenag, pernikahan adalah mitsaqan ghalizha—ikatan yang suci, luhur, dan kokoh dalam ajaran Islam. Penguatan pendidikan mengenai nilai-nilai keluarga menjadi salah satu langkah preventif menghadapi berbagai tantangan sosial yang berkembang di masyarakat.
“Kementerian Agama sedang menyusun kurikulum agar anak-anak dari SD, SMP, SMA diperkenalkan bagaimana bahayanya LGBTQ,” ujarnya di Bogor, Sabtu (18/7/2026) .
