Pada penghujung kegiatan, Romo menegaskan bahwa pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. Karena itu, menurutnya, penguatan pendidikan, pembinaan keluarga, dan layanan pernikahan harus menjadi satu kesatuan dalam membangun ketahanan nasional.
“Pernikahan ini membuat ketenteraman. Pada akhirnya, ia menguatkan fondasi kehidupan masyarakat dan mengukuhkan fondasi kehidupan bangsa dan negara,” pungkasnya. (ahmad)
